12 April 2026
Daerah

Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya Pantau Irigasi Meureudu, Pastikan Pasokan Air Sawah Tetap Aman

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi saluran irigasi yang mengaliri persawahan di Kecamatan Meureudu, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, M. Nur, Sp, M, Si didampingi Kepala Bidang Pengairan, Kejruen Chik Meureudu, penyuluh pertanian, serta pihak terkait lainnya. Monitoring dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB dengan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 1,5 kilometer menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki.

Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan sejumlah titik kerusakan saluran irigasi yang merupakan dampak banjir sebelumnya. Namun, kerusakan tersebut telah ditangani oleh pihak pengairan melalui pembukaan saluran darurat (free intake) guna memastikan air tetap dapat mengalir ke areal persawahan.

Bupati Pidie Jaya H Sibral Malasyi melalui Plt Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, M. Nur, menyampaikan bahwa kondisi pasokan air untuk persawahan di Kecamatan Meureudu saat ini masih mencukupi, selama pengelolaan tanam dilakukan dengan baik oleh petani.

“Untuk saat ini, kebutuhan air sawah di Meureudu masih terpenuhi, terutama karena saluran darurat sudah dibuka oleh pihak pengairan kabupaten,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa petani tidak perlu khawatir terhadap kerusakan yang terjadi, karena alternatif saluran baru telah disiapkan. Beberapa titik saluran sebelumnya sempat tertimbun longsor akibat banjir, namun kini telah dibuka kembali oleh pihak pekerjaan umum.

Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, terdapat beberapa permasalahan yang perlu segera ditangani, di antaranya berkurangnya debit air pascabanjir pada 8 April 2026 serta penumpukan sedimentasi di area saluran free intake.

Sebagai tindak lanjut, diperlukan pembersihan area pengambilan air serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran distribusi air ke persawahan.

Kegiatan monitoring dan koordinasi ini berlangsung hingga pukul 12.15 WIB dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar. Pihak terkait juga menyatakan bahwa langkah penanganan telah segera ditindaklanjuti di lapangan. (**)