27 April 2026
Gampong

Calon Keuchik Minim Peminat! Pilchiksung Pidie Jaya 2026 Sepi Pendaftar, Ada Apa?

Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDFenomena tak biasa terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) serentak tahun 2026 di Kabupaten Pidie Jaya. Jika sebelumnya jabatan keuchik menjadi posisi yang diperebutkan, kini justru sebaliknya! minat masyarakat untuk maju sebagai calon kepala gampong terpantau menurun drastis.

Memasuki hari keenam dari total sembilan hari masa pendaftaran yang ditetapkan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) sampai Rabu (29/4), jumlah bakal calon yang mendaftar masih sangat minim.

Dari total 32 gampong yang akan menggelar Pilchiksung, baru segelintir yang memiliki pendaftar, bahkan sebagian besar masih kosong tanpa kandidat.

Camat Ulim, Samsul Bahri, S.STP., mengungkapkan bahwa di wilayahnya terdapat sembilan gampong yang akan melaksanakan Pilchiksung serentak se Pidie Jaya tahun ini. 

Namun hingga Minggu (26/4) sore, belum satu pun bakal calon yang mendaftarkan diri atau menyerahkan berkas ke P2K di masing-masing gampong.

“Berdasarkan informasi dari ketua P2K di Kecamatan Ulim, belum ada calon yang mendaftar untuk ikut berkompetisi dalam Pilchiksung tahun ini,” ujar Samsul.

Kondisi serupa juga terlihat di kecamatan lain. Di Gampong Raya, Kecamatan Trienggadeng, baru satu calon yang mendaftar. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Gampong, Muhammad Nasir.

“Baru ada satu calon yang mendaftar kemarin, Sabtu (25/4). Padahal desas desus berkembang di publik, banyak kandidat yang akan berkompetisi memperebut kursi keuchik gampong Raya” katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Meureudu, dari dua gampong yang akan menggelar Pilchiksung, hanya Gampong Hagu yang memiliki satu pendaftar. Camat Meureudu, Syukrimiadi, S.Sos., MM, membenarkan kondisi tersebut.

Menurutnya, fenomena sepinya pendaftar bukan hal baru. Ia menilai para calon biasanya memilih mendaftar di akhir masa pendaftaran.

“Biasanya mereka akan mendaftarkan diri menjelang penutupan, mungkin untuk melihat peluang serta kesiapan calon pesaingnya,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah sekretariat P2K masih lengang dari aktivitas pendaftaran.

Meski demikian, beberapa warga disebut tengah melengkapi persyaratan administrasi, seperti pengurusan dokumen ke kepolisian, instansi kesehatan, KIP, dan lembaga terkait lainnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik, apakah menurunnya minat mencalonkan diri sebagai keuchik mencerminkan perubahan persepsi terhadap jabatan tersebut, atau menjadi sinyal tantangan baru dalam tata kelola pemerintahan gampong.

Jawaban atas situasi ini akan segera terungkap, mengingat batas akhir pendaftaran tinggal beberapa hari lagi. Momen ini akan menjadi penentu apakah minat masyarakat meningkat atau justru terus menurun.(*)