Bukhari Warga Pidie Jaya Tutup Usia di Malaysia, Pemulangannya Difasilitasi Warga Aceh Perantauan
Foto : Dok. Google Images/Ilustrasi | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Duka mendalam menyelimuti warga Gampong Beurasan, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Bukhari (41), seorang pedagang asal Pidie Jaya, dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Jenazahnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air berkat kepedulian luar biasa dari komunitas warga Aceh di perantauan.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan Azhariadi kepada awak media, Jumat (3/10).
Menurut Azhariadi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial P3A Pidie Jaya, jenazah almarhum kini sudah sampai Panton Labu menuju Pidie Jaya.
“Informasi dari keluarga, jenazah Bukhari sudah sampai di Panton Labu dan sedang dalam perjalanan menuju rumah duka di Gampong Beurasan,” ujarnya, Sabtu malam (4/10/2025).
Kepulangan jenazah Bukhari, sejak sore, masyarakat telah menanti dengan doa dan kesabaran. Bagi warga Beurasan, Bukhari dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah, sosok yang selalu berusaha menjaga tali silaturahmi, meski hidup di perantauan jauh dari keluarga.
Yang mengharukan, proses pemulangan jenazah ini difasilitasi oleh komunitas warga Aceh di Malaysia. Mereka menggalang dana, mengurus dokumen, hingga memastikan jenazah bisa tiba di Aceh dengan layak. “Inilah bentuk nyata ukhuwah antar sesama orang Aceh di rantau. Mereka tidak hanya bersaudara dalam kata, tapi juga dalam tindakan,” ujar Azhariadi dengan nada terharu.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Sosial P3A turut menyampaikan apresiasi dan duka cita mendalam. “Kami berterima kasih kepada masyarakat Aceh di Malaysia yang telah membantu dengan penuh keikhlasan. Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka,” ucap Azhariadi.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Gampong Beurasan setelah tiba di rumah duka. Warga setempat telah bergotong royong menyiapkan tempat peristirahatan terakhir almarhum. Di tengah duka mendalam, doa dan air mata menjadi saksi kepulangan seorang anak Aceh yang akhirnya beristirahat di bumi kelahirannya sendiri. (**)








