Bang Iwan Siap Perangi Pungli, Tapi Dengan Fakta Bukan Dengan Spekulasi
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Menanggapi ultimatum FORMAKI yang menuding dirinya “bungkam” dan seolah menyembunyikan identitas pelaku pungli dalam program bantuan rumah, Hanzirwan Syah ST menyampaikan pernyataan tegas namun tetap rasional.
Ia menekankan bahwa pemberantasan pungutan liar harus dilakukan secara menyeluruh, tetapi dengan dasar yang kuat, bukan tekanan emosional dan spekulasi tak berdasar.
“Saya ingin luruskan, tidak ada satu pun laporan pungli yang kami abaikan. Setiap informasi kami cek, setiap nama kami telusuri. Tapi tindakan resmi tidak bisa diambil hanya karena ada ultimatum. Kita perangi pungli, tapi dengan fakta, bukan dengan spekulasi,” tegas pria yang akrab disapa Bang Iwan itu, Sabtu 22 September 2025.
Ia menjelaskan bahwa identitas oknum yang disebut oleh FORMAKI telah diverifikasi secara internal. Hasil pengecekan awal menunjukkan bahwa oknum tersebut bukan bagian dari struktur resmi Baitul Mal maupun tim pelaksana program. Karena itu, ia menilai bahwa publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya, bukan gambaran yang dipotong-potong.
“Menuding tanpa verifikasi itu berbahaya. Jika kita ingin memberantas pungli, jangan sampai kita justru memulai langkah dengan cara yang tidak terukur dan asal bunyi,” ujarnya.
Bang Iwan juga menegaskan bahwa ia tidak anti kritik. Menurutnya, pengawasan publik adalah hal yang penting. Namun ia mengingatkan bahwa elemen sipil yang melakukan pengawasan pun harus berdiri di atas akurasi, bukan tekanan spekulasi yang pada akhirnya tak lebih dari air beriak, tanda tak dalam.
“Saya menghargai FORMAKI. Tapi jika ingin membantu penegakan hukum, serahkan data yang lebih lengkap, bukan ultimatum. Karena hukum berjalan dengan bukti, bukan dengan desakan,” katanya.
Terkait proses penelusuran, Bang Iwan memastikan bahwa ia terbuka untuk informasi dari pihak manapun. Bahkan, jika FORMAKI memiliki dokumen, bukti transaksi, rekaman, atau keterangan saksi, ia siap membawanya ke ranah hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kita semua ingin hasil akhir yang bersih dan adil. Maka mari kita didik masyarakat dengan cara yang benar, yakni laporkan dengan mekanisme resmi, dan biarkan proses hukum bekerja,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh narasi yang belum terkonfirmasi.
“Masyarakat harus tenang. Jangan terprovokasi oleh potongan informasi. Jika ada pungli, silakan lapor, kami tindaklanjuti tanpa pandang bulu.”
Bang Iwan menegaskan bahwa dirinya tidak berkepentingan untuk melindungi siapa pun. Kepentingannya hanya satu, yakni memastikan program bantuan tetap berjalan transparan dan tidak diseret ke ranah opini liar.
“Ini bukan soal siapa yang paling lantang bicara. Ini soal siapa yang paling mampu membuktikan. Kita harap Formaki jadi bagian pihak yang benar-benar melakukan investigasi dan membuktikan, bukan sebatas ultimatum sana, ultimatum sini. Pada akhirnya semua tak lebih dari tong kosong nyaring bunyinya," pungkasnya.









