Operasi Rinjani, 222 Pelanggar Ditindak, Satlantas Polres Bima Kota Gencar Edukasi Pelajar
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Pelaksanaan Operasi Keselamatan Rinjani yang berlangsung sejak 2 hingga 15 Februari 2026 membuahkan hasil signifikan. mencatat sebanyak 222 pelanggaran lalu lintas yang ditindak dengan sanksi teguran melalui pendekatan humanis dan edukatif.
Dari total pelanggaran tersebut, mayoritas dilakukan pengendara sepeda motor, yakni sebanyak 76 kasus. Bentuk pelanggaran yang dominan meliputi tidak menggunakan helm, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, melawan arus, serta tidak melengkapi surat-surat kendaraan. Sementara itu, pelanggaran kendaraan roda empat tidak ditemukan dalam kategori berat dan masih sebatas teguran biasa.
Selama operasi berlangsung, tercatat dua kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban mengalami luka ringan. Tidak ada korban luka berat maupun meninggal dunia, yang menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas selama masa operasi.
Kasat Lantas , Iptu Bambang Tedy S., S.H., M.I.Kom, menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Rinjani tidak semata berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif sesuai amanat .
Ia menekankan bahwa pengendara kendaraan bermotor wajib berusia minimal 17 tahun dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Anak di bawah umur tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor dan dianjurkan menggunakan jasa antar-jemput atau diantar orang tua demi keselamatan bersama.
Selain penindakan, jajaran Satlantas juga aktif melakukan sosialisasi keselamatan melalui pembinaan upacara di sekolah-sekolah, termasuk di bagi siswa kelas III. Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan helm sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pelajar, serta tumbler guna mendorong budaya tertib berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui capaian ini, Satlantas Polres Bima Kota berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan secara berkelanjutan. (Aryadin)









