Lukisan Alam Sore Hari di Pantai Ulee Kareung
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Suasana sore di Pante Ulee Kareung, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, tampak begitu indah dan menawan. Langit biru yang perlahan memudar berpadu dengan gulungan ombak yang berkejaran ke bibir pantai. Angin laut berembus lembut, membawa aroma asin yang khas, seolah menjadi pengantar tenang bagi hari yang mulai beranjak senja.
Di sepanjang garis pantai, sejumlah perahu kecil milik nelayan terlihat terparkir sederet. Warga setempat menyebutnya “bot ketek”, perahu bermesin sederhana yang menjadi andalan mencari nafkah di lautan lepas. Cat perahu yang berwarna-warni tampak kontras dengan hamparan laut biru, menghadirkan pemandangan yang sederhana namun memikat.
Bot ketek itu biasanya berangkat menjelang pagi, para nelayan memacu perahunya menembus ombak, menggantungkan harapan pada jaring dan cuaca yang bersahabat. Mereka baru kembali ke darat sore hari, membawa hasil tangkapan yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
Sore hari menjadi waktu istirahat sekaligus jeda. Ada yang memeriksa mesin, merapikan jaring, hingga memastikan bekal untuk melaut besok pagi. Tawa kecil dan obrolan ringan terdengar di antara mereka, menyatu dengan debur ombak yang tak pernah berhenti. Rutinitas itu berlangsung turun-temurun, menjadi denyut kehidupan pesisir nelayan Simpang Mamplam.
Keindahan Pante Ulee Kareung bukan hanya pada panorama alamnya, tetapi juga pada kisah-kisah perjuangan nelayan yang setia bersahabat dengan laut. Setiap perahu yang bersandar menyimpan cerita tentang keberanian menghadapi ombak dan ketidakpastian hasil tangkapan. Di balik tenangnya senja, tersimpan tekad yang kuat untuk kembali berlayar.
Ketika matahari semakin condong ke ufuk barat, siluet perahu dan garis cakrawala membentuk lukisan alami yang sulit dilupakan. Pante Ulee Kareung menghadirkan harmoni antara alam dan kehidupan manusia, tempat di mana senja tak sekadar penutup hari, melainkan juga awal dari perjalanan panjang para nelayan mengarungi samudera. (MS)









